Timang Timang Anak Tua Sulu - Effrem Kong Fu - Nyamai Agi Mati Ari Idup Merinsa (Vinyl)

Dengan melanjutkan menggunakan situs web ini, Anda setuju dengan penggunaan mereka. Untuk mengetahui lebih lanjut, termasuk cara mengontrol cookie, lihat di sini: Kebijakan Cookie. Bahagia dengan Menci… pada Pemakaian Tanda Tanya? Subandi pada Melihat Nilai Akreditasi Sekol…. No comments:. Newer Post Older Post Home. Subscribe to: Post Comments Atom. Author Details This blog is a collaborative blog of people who love this beautiful country. It is our home so we need to protect it. Socialize 2, 3, Hanya desah.

Ya desah…! Persetubuhan usai sudah. Pekanbaru Ataukah Hanya Doa? Ucapkan sebelum termakhtum. Atau cakap sebelum pecah di perut. Tak ada rahasia. Selain engkau dan dia. Yang telah berjanji di alam sana. Inilah sebenarnya ruh yang ditiupkan kemudian. Atau kealfaan. Lihat ke dalam malam. Apakah gelap mencengkam. Sementara di bilik keberadaan.

Melambai-lambai, apakah tangan. Atau hanya bayang. Terbit dari impian yang hilang. Lantas kita lupa mematikan kemelut nafsu barang. Padahal kita tak pernah tahu di dermaga.

Seolah layar yang terkembang akan. Seakan-akan gelombang yang datang akan kita. Kemelut yang tak surut. Apakah langkah menuju tenang. Serupa mereka yang meregang.

Kembalikah ia dalam pelukan yang tenang. Mencium kedamaian dalam pelukan kasih. Inilah jalan menuju keridhoan katamu. Setelah lama. Diri yang dipagari. Entah ke mana. Hati yang mencengkam memeram dendam. Dilabuhkan ke mana sampai. Lalu yang berdentum dentam. Adalah maut. Adalah perang. Adakah kita di sana? Ataukah hanya doa?

Pekanbaru, Awal tahun Terpampang di Daun Tingkap, Air Mukamu. Kado yang kau kirim telah kutunaikan. Meski berabad lamanya kusimpan,. Sejelas-jelasnya ia jadi tontonan riuh. Tak ada kemenyan,. Hanya pesan cinta terbakar menjadi bingkai. Disaksikan mata-mata yang mengisyaratkan. Membelinya di kedai-kedai reot. Sedang penjualnya mengulurkan sisa Rupiah. Takut menatap pembeli yang rakus.

Gemar mengarungkan anak haram. Lalu sebulan kemudian kuberanikan diri. Wajah lelah itu dengan menyembunyikan air muka.

Jauh di garis waktu terbelakang. Engkau kembali dengan nyanyian sebatang kara. Begitu sesak kesendirian itu. Hingga muntah yang ikut serta dalam bungkusannya.

Lagu tentang resah yang menyemak hati. Tapi sewaktu gerimis jatuh di atap rumah. Justru daun tingkap itu menyimpan. Hingga aku mencarinya bermusim-musim. Lalu kutemukan di saat kemarau tiba. Itupun dibantu daun-daun kering di laman rumahku. Seiring itu azan maghrib meluluh-lantakkan. Ketika itulah kabar tersiar bahwa engkau tenggelam. Setiap rumah penduduk di tepiannya. Tiap malam mendengar tangisan pilu. Seperti sayatan asmara yang kau torehkan. Dan kini jalan memang tak lagi pernah sepi.

Mungkin seri air mukamu itu adalah bulan bagi. Remang yang kau tawarkan menjadi impian tuk. Di ilalang-ilalang kampung itu mereka membuat. Aku memang pernah menyaksikan rambut yang. Lalu dikirimkannya nafsu yang tersungkur. Aku pun menjadi yakin setiap pandangan. Mungkin saja suatu saat ia merekah. Menjelma menjadi hadiah. Seperti yang pernah berkali-kali kau titipkan padaku.

Dan aku menganggukkan kepala. Mengiyakan sekaligus menidakannya. Tapi sekarang lihatlah di daun tingkap itu. Telah aku tepati. Aku tak mau mati kau! Aku tahu asal jadi kau! Mati kau tahu aku! Asal aku tak kau tahu! Jangan kau tetak. Tak kan retak. Secuil pun. Tak kuizin. Kami duri. Ujungnya racun.

Jangan diasah. Akan berpadah. Menyesal tak dielak. Hapak niatmu. Tercium dulu. Hajat besarmu. Nak langkah kau. Cobalah beringsut. Jangan kata mataku buta. Hinggap kau harapkan iba. Humban kami jika dah senak. Hadir kau seperti angin. Kuhancur kau serupa air. Simbah bismilah tawarku. Jauhkan kau dari jejak tapakku. Boleh kau berlalu lalang. Tapi ingat batasku. Itu tanah tak bertuan. Tidak untuk meretas jalan. Hutan kusut biarkan. Parit sumbat tak hiraukan. Paya kerontang tak risaukan.

Tinggi lalang saksikan. Katanya kami puak terpelanting. Walaupun terkadang sama-sama nggak mau ngalah Walaupun banyak kelebihannya, tetap aja pasti ada kekurangannya. Yap, karena mereka sama-sama punya prinsip dan kemauan yang kuat. Mereka jadi sama-sama nggak mau ngalah. Walaupun gitu, mereka masih bisa menyelesaikan bentrokan yang ada kok.

Ideal banget deh! Situs Web. Cari untuk:. Ikuti Blog melalui Email Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog berikut dan menerima notifikasi jika tersedia pos baru melalui email. Bergabunglah dengan pengikut lainnya. Ing paralan ku pung gagawang poesia, ya ing susulat keng balamu mo prosa. Inia, ing agus ning diwa yang kabas na yang agus ning batis kabang dudulung ya.

Menasa pu karing kanakung sinulat, subali karetang misulat nang malwat, makayan la pin pu pamilapatlapat. Inya, atmu no pu kalagwang misulat. Pangilagan ku pu, nung agawa ku rin, itang magkulang la king pangatiririn. Nung panuliran pu, ding kakung poesia prosa la pin tutu —atyu la keng rima. Metung pa, bistaman prosa lang talaga, makasukad no man bilang deng silaba.

Sep 01,  · NAMA TIMANG-TIMANG Salah satu tradisi dayak adalah memberikan nama timan-timang kepada anak atau keponaka, kadang orang tua pun punya julukan yang pasti jauh dari nama aslinya. Kadang nama timang-timang ini jika diterjemahkan secara harfiah bermakna tidak baik atau bahkan tidak ada makna sama sekali. Tetapi nama timang-timang ini justru membuat hubungan .

8 thoughts on “Timang Timang Anak Tua Sulu - Effrem Kong Fu - Nyamai Agi Mati Ari Idup Merinsa (Vinyl)

  1. Lirik Timang Timang oleh Anang Dan Krisdayanti. Dapatkan lirik lagu lain oleh Anang Dan Krisdayanti di misprinlohagreirweb.bilviequigengsenjuchererangastparming.co
  2. Timang-timang Anakku Sayang. Drama:: menit. Produser Sandy Suwardi Hassan Kemudian ia punya dua anak lagi Erwin (Sophan Sophiaan) dan Murni (Widyawati). Ketika sang ayah meninggal, dan anak-anak berangkat dewasa terjadi kekisruhan. Sang bayi tiri, yang mula-mula mengusir Erwin dan lalu ibu tirinya dan Murni, terlindas kereta api.
  3. Oct 21,  · Lirik "Timang-timang" dari Anang, Krisdayanti ini dipublikasikan pada tanggal 21 October (15 tahun yang lalu).Belum ada info detil tentang single ini. Berikut cuplikan syair nyanyian / teks lagunya "timang-timang, anakku sayang / dengan cinta reff: jujur lakumu, jujur ucapmu / menjalani hidup / mimpi yang indah, nyenyakkan tidurmu doa kami sertakan / oh anakku".
  4. sandy suwardi hassan , timang-timang anakku sayang / , widyawati faradilla sandy sophan sophiaan elkam noor said sofia wd w.d. mochtar arman effendy s. effendy ruth pelupessy tanty josepha ucok harahap.
  5. Apr 12,  · Hafidz Roshdi Timang Anak Sulung. Emel Mingguan Iluminasi. Kami hanya akan menghantar email kepada anda seminggu sekali. Ini adalah janji kami. ARTIKEL POPULAR. Kisah Ahli Kumpulan Thrash Metal Melawat Neraka Semasa Koma Covid Etnik Mosuo: Komuniti China Yang Tidak Mengiktiraf Hubungan Suami Isteri.
  6. Aug 20,  · Timang Anak buah di Rumah Wan Andak di Bagan Datok. Menguis puin-puin rindu yang masih menyangkut di tangkai hati. Selamat petang penge.
  7. May 27,  · Timang enggau Pengap tu endang iya begulai, baka Sampi enggau Biau. Dalam leka main Timang, kitai suah ninga nama Timang Jalung, Timang Kenyalang enggau Timang Tapang. Pengawa timang (chants) tauka pengap tu endang iya bekaul enggau pengarap lama kitai Iban ti dikumbai beburung. Sebedau pengawa nimang tu berengkah, piring deka disediaka dulu dikena .
  8. Sep 02,  · Beberapa pilihan puisi Jefri Al Malay dalam Timang-timang Nak Ditimang Sayang. Timang-timang Nak Ditimang Sayang. Anak siapa yang tebekah gelak. Mak bapak siapa yang lupa mengaji. Jangan sampai jadi induk ayam kau. Aku tak mau mati kau! Aku tahu asal jadi kau! Mati kau tahu aku! Asal aku tak kau tahu! 1. Tanahku. Jangan kau tetak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

>